Adanya pandemi Covid-19 membuat pembelajaran di sekolah yang biasanya dilakukan dengan tatap muka terpaksa dilakukan dengan cara pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam perjalanannya, pelaksanaan PJJ di sekolah menuai kritik dari berbagai pihak, diantaranya kurang efektifnya pembelajaran yang dilakukan secara daring dan peluang eksploitasi anak selama pelaksanaan pembelajaran secara daring.  Dan melalui SKB empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran yang terbit bulan Desember 2020 lalu, maka beberapa sekolah di lingkungan YPSB sudah memulai kembali kegiatan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan kebiasaan baru dalam pembelajarannya.

Pengalaman dari sekolah-sekolah di lingkungan YPSB yang sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka tentu akan sangat membantu sekolah-sekolah lain di lingkungan YPSB yang saat ini masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan tengah menyiapkan diri untuk memulai pembelajaran tatap muka yang menurut pemerintah direncanakan akan dilakukan pada tahun ajaran mendatang.

Bersamaan dengan itulah, maka YPSB merasa perlu untuk melakukan kegiatan pertemuan Kepala Sekolah di lingkungan YPSB baik untuk sekolah-sekolah yang masih melaksanakan PJJ dan sekolah-sekolah yang sudah memulai pembelajaran tatap muka. Kegiatan ini dimaksudkan agar sekolah-sekolah yang masih PJJ dan tengah menyiapkan diri untuk pembelajaran tatap muka dapat belajar dari pengalaman yang telah dialami oleh sekolah-sekolah yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan kebiasaan baru, sehingga persiapan dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah-sekolah yang akan memulai pembelajaran tatap muka nantinya dapat berlangsung dengan lebih optimal.