Lingkungan hidup saat ini mengalami kerusakan. Ia sangat menderita dan sakit. Bukan hanya lingkungan sendiri yang sakit melainkan juga manusia ikut sakit. Wabah virus corona (Covid 19) ini sebagai akibat ulah manusia yang tidak peduli terhadap lingkungan hidup. Manusia merasa berkuasa, sehingga menjadikannya sebagai obyek yang terus menerus dieksploitasi. Menghadapi persoalan ini, siapa yang mesti bergerak? Manusia.

Lewat kelompok kecil Justice Peace Integrated and Creation (JPIC) Fransiskan-nes se-Pontianak ini berupaya mencari strategi untuk merawat, memelihara kembali lingkungan hidup demi keberlangsungan dan kelanjutan hidup bersama. Sayangnya, dari kelompok kecil ini tidak semua memahami tentang JPIC. Langkah awal sebelum kita bergerak merawat dan memelihara Ibu bumi rumah kita bersama ini, sangat baik kita mengadakan studi bersama menyatukan konsep dan pemahaman yang sama agar mudah kita bergerak.

Sebenarnya, kita bukan memperbaiki lingkungan hidup melainkan memperbaiki diri kita masing-masing terutama dalam hal cara berpikir, gaya hidup, dan sikap-tindakan kita yang peduli-solider, bersahabat dan bersaudara dengan lingkungan. Istilah yang selalu diserukan dalam Laudato Si, yaitu pertobatan ekologi.

Kiranya seruan ini mendorong kita bukan lagi bergaya eksploitasi melainkan konservasi yang mendukung pro life karena kita semua di jagat ini dari tangan Pencipta yang sama-satu. Dengan demikian, cita-cita  atau misi-visi JPIC berupaya menciptakan keadilan, perdamaian dan menjaga keutuhan ciptaan dapat terwujud.